JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita, mendukung wacana diversifikasi impor minyak mentah Indonesia dari Rusia. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya kajian komprehensif terhadap rencana tersebut, khususnya terkait dampak diplomatik dan ekonomi.
“Kami mendukung diversifikasi sumber impor minyak, termasuk dari Rusia. Namun, dengan situasi global yang masih dinamis, perlu kajian matang untuk memastikan langkah ini menguntungkan posisi Indonesia dalam diplomasi dan perdagangan internasional,” ujar Ratna.
Wacana ini muncul seiring dengan status Indonesia sebagai anggota penuh BRICS, yang membuka peluang kerja sama strategis dengan Rusia.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa impor minyak dari Rusia bisa menjadi pilihan strategis jika memberikan manfaat ekonomi. Saat ini, Indonesia masih mengandalkan impor minyak mentah dari Nigeria dan Arab Saudi.
Ratna menyoroti persoalan defisit neraca perdagangan sektor Migas yang semakin memburuk. Berdasarkan data BPS, defisit sektor ini mencapai USD1,7 miliar pada 2023 dan meningkat menjadi USD2,32 miliar pada 2024.
“Defisit ini sebagian besar disebabkan oleh tingginya pembelian minyak mentah,” jelasnya.











