Selain itu, beberapa daerah yang berpotensi menerima curah hujan musiman yang lebih tinggi juga dapat memanfaatkan kondisi ini untuk memperluas lahan sawah.
Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, transisi musim kemarau akan terjadi secara bertahap di berbagai wilayah.
Beberapa daerah seperti Lampung timur, pesisir utara Jawa bagian barat, dan wilayah pesisir Jawa Timur diperkirakan akan lebih awal memasuki musim kemarau.
Sedangkan di bulan Mei, dampak kemarau akan meluas ke wilayah Sumatra, Jawa Tengah, dan sebagian Kalimantan Selatan.
Langkah antisipatif juga telah disiapkan untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah rawan.
Dengan kondisi iklim yang normal dan tidak adanya dominasi fenomena El Nino atau La Nina, BMKG optimistis bahwa musim kemarau kali ini akan berjalan lebih kondusif bagi berbagai sektor.
Masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan mengikuti anjuran BMKG guna meminimalkan dampak negatif apabila terjadi perubahan mendadak pada pola cuaca.[dit]
**










