Serangan Trump ke Situs Nuklir Iran Dorong Harga Minyak dan Aset Aman

Produksi minyak AS mencetak rekor baru sebesar 13,93 juta barel per hari di tengah penurunan tajam harga minyak Brent dan WTI pada penutupan Kuartal II-2026./(Ilustrasi/@pixabay)

Reuters melaporkan, harga minyak naik lebih dari 3% pasca-pengumuman, sementara emas melejit hingga 2,5%.

Jack Ablin dari Cresset Capital menambahkan, kenaikan inflasi akibat harga energi yang lebih tinggi dapat meredam optimisme pasar saham dan menunda rencana penurunan suku bunga jangka pendek.

Permintaan minyak diperkirakan tetap kuat hingga kuartal berikutnya, karena pasokan dari Iran dan kawasan Teluk terancam gangguan.

Di sisi konsumen, risiko lonjakan harga bahan bakar di SPBU dapat meningkatkan tekanan inflasi domestik. Pemerintah AS kemungkinan akan memantau rapat perkembangan, termasuk koordinasi dengan Sekutu di NATO dan OPEC+, demi menjaga stabilitas pasar energi.

Ke depan, investor dan analis akan terus memantau setiap pernyataan pejabat AS dan Iran, karena fluktuasi harga minyak sering kali dipengaruhi sentimen di luar data fundamental.[dit]