Analis Anggap Koreksi Sehat
Menariknya, sejumlah analis menilai koreksi tajam yang terjadi bukanlah sinyal bahaya bagi perekonomian domestik. Penurunan ini dianggap sebagai “koreksi sehat” karena tidak didorong oleh pelemahan data-data fundamental ekonomi RI. Sentimen yang menekan pasar lebih banyak berasal dari faktor eksternal yang kini masih abu-abu. Meski demikian, optimisme pasar diperkirakan akan segera pulih, didukung oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga AS dan aksi bargain hunting investor setelah penurunan tajam kemarin.[dit]











