Senada dengan Solomon, CEO Morgan Stanley, Ted Pick, mengatakan bahwa investor harus menyambut baik penurunan berkala. Ia menyebut koreksi tersebut sebagai perkembangan yang sehat, alih-alih tanda-tanda krisis makro. Pandangan ini muncul setelah IMF dan pejabat bank sentral seperti Jerome Powell (The Fed) juga memperingatkan tentang valuasi saham yang sudah terlalu tinggi.
Asia Tetap Menjadi Titik Terang
Di tengah prediksi koreksi pasar global, Goldman Sachs dan Morgan Stanley justru menunjuk Asia sebagai titik terang (bright spot) untuk beberapa tahun ke depan. Perkembangan positif, termasuk pakta perdagangan AS-Tiongkok, menjadi salah satu alasannya. Goldman memperkirakan alokator modal global akan terus tertarik pada Tiongkok sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia.
Morgan Stanley juga tetap optimistis terhadap Hong Kong, Tiongkok, Jepang, dan India karena kisah pertumbuhan mereka yang unik. Ted Pick menyoroti reformasi tata kelola perusahaan di Jepang, pembangunan infrastruktur di India, serta sektor AI, EV, dan bioteknologi di Tiongkok sebagai tema investasi multi-tahun yang menarik.[dit]







