Menurutnya, fenomena slow slip event atau pergeseran lambat bisa menjadi sinyal awal sebelum terjadinya gempa besar yang perlu diwaspadai oleh para peneliti di Indonesia.
Berdasarkan data terbaru, zona Aceh-Andaman memiliki potensi energi terbesar dengan magnitudo mencapai 9,2, disusul zona Jawa dengan magnitudo 9,1.
BMKG juga memberikan perhatian khusus pada area seismic gap di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut yang sudah lama tidak melepaskan energinya. Meski istilah “menunggu waktu” bukan berarti prediksi waktu dekat, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan memahami langkah-langkah mitigasi mandiri.[dit]










