FAKTANASIONAL.NET – Meski hujan masih rutin mengguyur sejumlah wilayah termasuk Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa Indonesia mulai memasuki masa transisi.
Hingga akhir Maret, setidaknya 7 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memulai musim kemarau.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa awal musim kemarau tidak terjadi secara serentak, melainkan bertahap dimulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
Wilayah yang Sudah Masuk Kemarau
Beberapa wilayah yang dilaporkan telah lebih dulu memasuki musim kemarau meliputi sebagian kecil Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga sebagian kecil wilayah NTB, NTT, Maluku, dan Papua Barat.
“BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG,” ujar Faisal Fathani dalam keterangan resminya.
Prediksi untuk Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Bagi warga Jakarta yang masih merasakan hujan, musim kemarau diprediksi baru akan menyapa pada bulan Mei.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, merinci bahwa masuknya musim kemarau di ibu kota akan terbagi dalam dua fase dasarian (periode 10 hari).
“Per hari ini belum masuk kemarau, mulai [masuk kemarau] Mei dasarian pertama,” ungkap Ardhasena.
Berdasarkan data ZOM, wilayah Jakarta Barat, Pusat, dan sebagian Timur (ZOM BantenDKI 15) akan masuk kemarau pada awal Mei.
Sementara wilayah Jakarta Selatan dan sebagian Timur lainnya (ZOM BantenDKI 16) diprediksi menyusul pada pertengahan Mei. Menariknya, transisi tahun ini tercatat satu dasarian lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologisnya.











