Didominasi Bencana Hidrometeorologi Basah, BNPB Rilis Data Banjir Sumbawa hingga Longsor Wonosobo

"Beberapa daerah di Indonesia mengalami bencana hidrometeorologi basah dan menyebabkan bencana alam seperti banjir, longsor hingga angin kencang."
(Dok. Faktakalbar.id)

Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras dengan durasi panjang yang mengguyur wilayah tersebut.

Bencana ini meluas hingga ke sepuluh desa di Kecamatan Empang. Berdasarkan pendataan sementara, banjir bandang berdampak pada 4.572 warga dan merendam sedikitnya 1.143 unit rumah.

Hingga laporan ini diturunkan, BPBD Kabupaten Sumbawa masih terus melakukan kaji cepat dan pemantauan intensif di lokasi terdampak.

Selain banjir dan longsor, angin kencang juga melanda dua wilayah di Pulau Jawa. Di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, angin kencang pada Jumat (6/2) sore menyebabkan 18 unit rumah warga rusak dan berdampak pada 18 kepala keluarga. Penanganan telah dilakukan dan kondisi kini kondusif.

Kejadian serupa terjadi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Sabtu (7/2) sore. Angin kencang merusak delapan unit rumah warga di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, dan berdampak pada 45 jiwa.

Menyikapi rentetan kejadian ini, BNPB mengingatkan bahwa Indonesia masih berada dalam fase musim penghujan yang rawan memicu Bencana Hidrometeorologi Basah.

Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di zona rawan.

“Mengingat saat ini masih berada dalam musim penghujan, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dipicu oleh curah hujan tinggi,” tulis pernyataan resmi BNPB.

BNPB juga menyarankan langkah mitigasi mandiri. Warga diimbau rutin mengecek kondisi tebing dan lereng sekitar permukiman.

“Apabila ditemukan retakan atau tanda-tanda potensi longsor, segera laporkan kepada aparat setempat. Terus pantau perkembangan cuaca dan segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama,” lanjut imbauan tersebut.

Baca Juga: Strategi Canggih BMKG: Mengendalikan Hujan untuk Cegah Banjir Jakarta

(*Red)