Kelompok karyawan tersebut diketahui menolak penunjukan manajer Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang baru.
Padahal, manajemen menunjuk manajer tersebut untuk melakukan perbaikan sistem kerja di lingkungan pabrik.
Meskipun sempat terjadi adu pendapat di lapangan, Erani memastikan bahwa aktivitas operasional perusahaan tetap berjalan secara normal.
Hal ini dikarenakan aksi penolakan tersebut hanya dilakukan oleh kelompok tertentu dan tidak menghentikan seluruh proses produksi.
Pemerintah daerah tetap mengharapkan agar Perselisihan Karyawan PT SMS Landak ini segera tuntas melalui dialog yang konstruktif guna menjaga stabilitas ekonomi di Kabupaten Landak.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih: Transformasi Penerima Bansos Menjadi Pelaku Ekonomi
(Natash)











