FAKTANASIONAL.NET, OPINI – Puasa Ramadan tidak bisa dipisahkan dari buah kurma. Umumnya kita hanya tahu, kurma itu didatangkan dari Arab.
Siapa sangka, negeri ini juga punya kebun kurma. Mari kita intip perkembangannya sambil membayangkan seruput Koptagul, wak!
Di bawah terik lembab tropis yang katanya tak ramah untuk tanaman gurun, kebun-kebun kurma di Indonesia justru berkembang dengan ritme yang makin serius, makin terstruktur, dan makin bikin data impor terasa ironis.
Perkembangannya bukan isapan jempol. Di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, kebun Yayasan Ukhuwah Datu seluas 10 hektar dengan lebih dari seribu pohon Kurma Rinjani atau Datu sudah berbuah sepanjang tahun.
Ini bukan sekadar simbolik. Ini model percontohan nasional. Di Aceh Besar, Lembah Barbate membentang 300 hektar. Pasuruan, Jawa Timur, mengembangkan 3,7 hektar agrowisata kurma yang menggabungkan produksi dan edukasi.
Karo, Sumatera Utara, di ketinggian 750 mdpl membuktikan kurma bisa adaptif di dataran tinggi. Riau menanam di halaman Masjid An-Nur Pekanbaru.
Baca Juga: Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong
Kalimantan Barat, termasuk Sintang di lahan gambut serta Dusun Pinang Merah dekat Kota Sambas, menunjukkan bahwa bahkan tanah yang dulu dianggap “mustahil” kini bisa produktif.
Prestasi internasional memperkuat gambaran perkembangan ini. Varietas Ukhuwah Datu Nusantara dari Lombok Utara masuk Top 7 Best Dates pada Festival Kurma Dunia Abu Dhabi 2025. Artinya, kualitasnya diakui di panggung global. Ini indikator, kebun kurma Indonesia bukan sekadar tren musiman, tetapi sudah masuk fase kompetitif.
Dari sisi produktivitas, satu pohon betina dewasa dapat menghasilkan 100–300 kilogram per tahun. Harga fresh ruthob berkisar Rp250.000–Rp360.000 per kilogram.
Secara potensi, itu setara Rp10–Rp30 juta per pohon per tahun. Angka ini menjelaskan mengapa minat investasi dan penanaman terus tumbuh.
Sementara itu, Indonesia masih mengimpor 55.430 ton kurma pada 2024 senilai Rp1,32 triliun, dengan rekor 61.350 ton pada 2022. Lonjakan terbesar selalu terjadi menjelang Ramadan pada Januari–Februari.










