“Rusia memiliki pengalaman panjang dalam teknologi nuklir yang aman dan efisien. Kami ingin memastikan bahwa Kalimantan Barat siap mengadopsi teknologi masa depan yang tidak hanya kompetitif secara biaya, tetapi juga ramah lingkungan,” ujar Ria Norsan.
Menanggapi hal tersebut, Anna Belokoneva dari Rosatom menyatakan kesiapannya untuk menyediakan solusi terintegrasi yang sesuai dengan standar Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
“Meskipun teknologi nuklir kerap memunculkan perdebatan publik, kami memastikan seluruh tahapan pengembangan akan mengedepankan prinsip keselamatan, transparansi, serta kepatuhan terhadap regulasi global,” jelas Anna.
Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat membentuk tim teknis gabungan untuk melakukan studi kelayakan (feasibility study), penentuan lokasi yang aman, serta analisis dampak lingkungan sebelum proyek ini direalisasikan secara fisik di tanah Kalimantan Barat.
Baca Juga: Proyek Nuklir Kalbar: Indonesia Gandeng AS, Rusia Turut Menawar











