Menariknya, Bulan tidak akan gelap total, melainkan berubah warna menjadi merah tembaga. Warna eksotis ini muncul akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi yang membiaskan cahaya merah hingga mencapai permukaan Bulan.
Secara keseluruhan, durasi gerhana ini berlangsung selama lebih dari 5 jam. Namun, fase totalitas di mana Bulan tampak merah sempurna hanya terjadi selama 59 menit 27 detik. Puncak gerhana diprediksi jatuh pada pukul 18.33 WIB / 19.33 WITA / 20.33 WIT. Penduduk di wilayah Timur Indonesia memiliki keuntungan visibilitas lebih baik karena dapat menyaksikan prosesnya sejak Bulan terbit.
Bagi Anda yang ingin mengabadikan momen ini, BMKG menyarankan untuk mencari lokasi yang minim polusi cahaya dengan pandangan bebas ke arah ufuk timur. Gerhana ini merupakan bagian dari seri Saros 133 dan diprediksi baru akan terulang kembali pada tahun 2044 mendatang.[dit]











