Trump Frustasi! Ingin Keluar dari Perang Timur Tengah Saat Iran Makin Beringas?

Trump Frustasi! Ingin Keluar dari Perang Timur Tengah Saat Iran Makin Beringas?/(FOTO:FB)

FAKTANASIONAL.NET – Ada indikasi kuat Trump saat ini ingin keluar dari Medan perang, dan mungkin akan diumumkan dalam waktu dekat.

Kondisi ini diperkuat dengan langkah AS dan Israel yang selama dua hari ini melakukan serangan besar-besaran ke Iran dengan tujuan mencapai beberapa tujuan penting sebelum memutuskan segera keluar dari perang ini.

AS dan Israel beberapa hari ini melakukan serangan ke sistem sistem pertahanan Iran, terutama Isfahan. Tapi langkah ini tidak berpengaruh banyak di lapangan. Ini hanya langkah akhir rencana Trump yang ingin keluar dari perang.

Tapi tanggapan Iran bukan melemah, justru semakin kuat. semakin Trump ingin keluar dari perang, semakin kuat serangan Iran ke Israel dan berbagai target AS di seluruh kawasan teluk.

Trump saat ini telah meminta wakil presiden JD Vence untuk membuka komunikasi dengan Iran, tapi kanal di Iran tidak terbuka, dan komunikasi tidak direspon Iran. Beberapa pesan WhatsApp yang dikirim oleh utusan khusus Trump Steve Witkoff juga tidak digubris oleh Menlu Iran Abbas Araghchi.

Yang sangat ingin keluar dari perang ini adalah Trump dengan pertimbangan eskalasi perang saat ini yang terus memanas dan menekan ekonomi global secara pelan tapi pasti. Trump pada dasarnya sudah tidak kuat dengan tekanan ini.

Tapi beberapa penasehat Trump yang disampingnya yang merupakan agen agen Israel terus memberikan info yang salah bahwa Iran melemah dan perang harus berlanjut.

Iran tidak peduli dengan retorika dan kegaduhan di gedung putih atau di Tel Aviv, Iran terus fokus memukul Israel dan AS dengan keras di lapangan.

Kemarin Iran meluncurkan serangan besar ke Israel dan menyerang berbagai sasaran, HZB juga meningkatkan serangan dengan meluncurkan pertama kalinya rudal Scud tipe D dengan hulu ledak 1 ton.

Iran juga merudal perusahaan perusahaan yang terafiliasi dengan AS dan Israel di kawasan, merudal tempat persembunyian tentara AS, dan merudal pusat pusat data center partner AS di seluruh timur tengah.

Pesan yang ingin dikirim Iran sangat jelas, tidak ada tema negosiasi dan perang akan terus berlanjut sampai AS dan Israel diberikan pelajaran bersejarah, seperti yang sering dikatakan oleh penasehat pemimpin tertinggi Iran, Jenderal Mohsen Rezaei.