Pilih Jalan Berbeda, Ribuan Buruh dan Petani Kepung DPR Tolak Perayaan May Day di Monas

/dok. rmol

“Atas dasar pertimbangan tersebut, KPA bersama elemen buruh lainnya tetap menolak mengikuti perayaan May Day 2026 di Monas dan memilih turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan mereka,” tambahnya.

Dalam aksi tersebut, massa membawa daftar tuntutan krusial, di antaranya:

  • Pencabutan UU Cipta Kerja: Mendesak pembatalan secara menyeluruh dan penyusunan UU Ketenagakerjaan yang baru.

  • Kesejahteraan: Reformasi sistem pengupahan nasional dan penghapusan praktik outsourcing yang dianggap merugikan pekerja.

  • Perlindungan Global: Mendesak pemerintah segera meratifikasi Konvensi ILO 188 (tentang pekerjaan dalam penangkapan ikan) dan Konvensi ILO 190 (tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja).

  • Demokrasi: Menuntut penghentian tindakan represif terhadap aktivis buruh serta menolak praktik militerisme di ranah sipil.

Hingga sore hari, aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Massa mengancam akan terus melakukan tekanan jika tuntutan mengenai reforma agraria dan perlindungan buruh tidak segera mendapatkan respons nyata dari para wakil rakyat di dalam gedung parlemen.