FAKTANASIONAL.NET – Kawasan Asia kini tengah menghadapi ancaman resesi energi yang serius akibat eskalasi perang Iran yang tak kunjung mereda.
Berdasarkan laporan dari Reuters, gangguan pasokan minyak mentah telah memaksa Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi regional menjadi 4,7%, diiringi lonjakan inflasi yang diperkirakan mencapai 5,2%.
Penutupan Selat Hormuz selama dua bulan terakhir menjadi biang keladi utama, mengingat jalur ini mengontrol seperlima pasokan energi dunia.
Data dari Kpler mengungkapkan fakta yang mengkhawatirkan, di mana impor minyak ke Asia anjlok hingga 30% pada April 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi ini mencapai titik terendah sejak satu dekade terakhir. Negara-negara seperti India harus menanggung beban fiskal yang luar biasa besar; sektor pengilangan mereka harus merugi hingga 100 rupee per liter demi menjaga stabilitas harga domestik agar tidak memicu kerusuhan sosial
Hanna Luchnikava-Schorsch dari S&P Global Market Intelligence mencatat bahwa strategi utama pemerintah di Asia saat ini adalah “pasang badan” dengan memberikan subsidi besar-besaran.











