Situasi geopolitik makin keruh usai serangkaian serangan pesawat tak berawak (drone) menyasar infrastruktur vital di wilayah Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi.
Otoritas UEA menyatakan tengah mengusut tuntas dalang di balik serangan yang menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah, sekaligus menegaskan hak penuh mereka untuk membalas tindakan terorisme tersebut.
Di saat yang sama, Arab Saudi yang sukses melumpuhkan tiga drone dari wilayah udara Irak, juga menyiagakan langkah operasional atas pelanggaran keamanan negaranya.
Merespons krisis ini, Ekonom Prestige Economics, Jason Schenker, memberikan peringatan keras. Ia menilai konflik berkepanjangan dengan Iran akan menyandera harga minyak di posisi puncak untuk waktu yang lama.
Kondisi energi mahal yang berlarut-larut ini membawa risiko berantai, yakni memaksa suku bunga global tetap tinggi dan pada akhirnya akan menekan laju pertumbuhan ekonomi dunia secara signifikan.[dit]











