DPRD Balikpapan Pelajari Penataan Pedestrian Kota Pontianak untuk Pengembangan Ruang Publik

Wali Kota Pontianak menerima kunjungan kerja DPRD Kota Balikpapan yang mempelajari konsep penataan pedestrian dan ruang publik di Kota Pontianak. (Dok. HO/Faktanasional)

Selain memperluas ruang publik, Pemkot Pontianak juga mengembangkan aplikasi Sipohon dan regulasi perlindungan pohon sebagai bagian dari program penghijauan kota.

Penataan pedestrian Kota Pontianak dilakukan dengan konsep tematik, teduh, aman, nyaman, dan saling terhubung untuk mendorong budaya berjalan kaki di tengah masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan Yusri menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Kota Pontianak selama kunjungan kerja berlangsung.

“Terus terang, ini merupakan pengalaman pertama bagi kami dalam kunjungan kerja yang langsung diterima oleh Wali Kota. Bahkan tadi ada rekan kami yang merasa sangat terharu atas penyambutan yang diberikan,” katanya.

Yusri menjelaskan tujuan utama kunjungan tersebut adalah mempelajari penataan pedestrian Kota Pontianak yang dinilai menjadi salah satu keunggulan kota ini dalam mendukung kenyamanan masyarakat perkotaan.

Menurutnya, konsep pedestrian yang diterapkan Kota Pontianak memiliki kelebihan dari sisi panjang jalur maupun keterhubungan antarkawasan.

“Di Balikpapan, fasilitas pedestrian masih belum sepanjang dan sekomprehensif yang ada di sini. Apa yang kami lihat hari ini akan menjadi bahan masukan yang akan kami sampaikan kepada Pemerintah Kota Balikpapan,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan pedestrian di Balikpapan ke depan tidak hanya dilakukan pada titik-titik tertentu, tetapi dapat terhubung secara lebih luas sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Kami berharap pembangunan pedestrian tidak hanya dilakukan pada titik-titik tertentu, tetapi dapat terhubung secara lebih luas sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut, Edi juga menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antardaerah di Kalimantan melalui kerja sama dan pertukaran pengalaman pembangunan, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara yang membuka peluang kolaborasi bagi seluruh daerah di Pulau Kalimantan.

(*Red)