“Kalau kita melihat hari ini, untuk rupiah yang melemah sebanyak Rp 18.000, kami hari ini berikan tenggat waktu selama 18 hari untuk memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia,” tegas Ketua BEM UNS, Kailani Rizqi Pratama, saat berorasi dalam aksi tersebut.
BEM UI Kepung Bundaran HI Hari Ini, Ketua BEM Sampaikan Maaf
Aksi penolakan tidak hanya berfokus pada nilai tukar rupiah, tetapi juga merembet pada kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi Pertamax.
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dipastikan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026) hari ini mulai pukul 13.00 WIB.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para pengguna jalan di ibu kota atas potensi kemacetan parah yang akan terjadi di sekitar area Bundaran HI.
“Teruntuk warga di Jakarta utamanya di sekitaran Bundaran HI, kami ingin memohon maaf atas kemacetan dan ketidaknyamanan yang akan terjadi,” ujar pria yang akrab disapa Athof tersebut lewat pesan singkat, Kamis (11/6/2026).
Hingga hari ini, selain di Bundaran HI, aksi serupa terkait penolakan kenaikan BBM juga dilaporkan telah terjadi secara sporadis di sejumlah wilayah lain, mulai dari kawasan Cikini di Jakarta Pusat hingga Kendari di Sulawesi Tenggara.
Pihak kepolisian pun kabarnya telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di titik-titik aksi.
Baca Juga: Ratusan Massa Demo di KPK, Desak Pengusutan Kasus Dugaan Korupsi di Pemkot Pematangsiantar










