PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong penguatan sinergi media massa guna meningkatkan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kalbar melalui kegiatan kolaborasi di Hotel Golden Tulip Pontianak pada Senin (15/6/2026).
Kegiatan edukatif ini merupakan wadah kolaborasi langsung antara institusi ketenagakerjaan dengan Asosiasi Media Siber Indonesia Kalimantan Barat.
Tujuan utama acara tersebut adalah memperkuat pemahaman insan media sekaligus mendorong peningkatan jumlah pekerja yang terlindungi oleh program jaminan sosial.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson menyampaikan bahwa perlindungan jaminan sosial merupakan instrumen krusial untuk menjaga kesejahteraan para pekerja.
“Hari ini kita memperkuat sinergi, kolaborasi, serta komitmen bersama dalam mendukung kesejahteraan dan perlindungan bagi pekerja di Kalbar,” ucapnya.
Harisson mengungkapkan bahwa cakupan kepesertaan jaminan sosial saat ini baru menyentuh angka 27 persen dari total sasaran 1,2 juta pekerja.
“Artinya masih banyak pekerja kita yang belum terlindungi, ini menjadi pekerjaan bersama. Kita harus terus mendorong agar semakin banyak pekerja yang mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Ketiadaan jaminan sosial sangat membahayakan karena kecelakaan kerja dapat membuat seseorang yang awalnya hidup berkecukupan jatuh miskin secara mendadak.
“Jangan sampai seseorang yang tadinya berada di kelas menengah dan tidak miskin, karena mengalami kecelakaan kerja atau risiko pekerjaan lainnya, justru kehilangan penghasilan dan akhirnya jatuh miskin. Untuk itulah kita membutuhkan jaminan sosial ketenagakerjaan,” jelas Harisson.
Ia menambahkan bahwa pendaftaran program BPJS Ketenagakerjaan Kalbar ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pekerja maupun pihak keluarganya.
“Kalau terjadi risiko meninggal dunia yang berkaitan dengan pekerjaan, ada santunan uang tunai, ada beasiswa bagi anak hingga menyelesaikan pendidikan. Ini adalah bentuk perlindungan agar keluarga yang ditinggalkan tidak kehilangan masa depan,” tambahnya.
Sekretaris Daerah mengajak seluruh perusahaan termasuk media massa untuk menjamin keselamatan tenaga kerjanya dan mendorong pekerja informal mendaftar secara mandiri.
“Upaya-upaya ini harus terus kita dorong, perusahaan harus memberikan perlindungan kepada pekerjanya, dan pekerja informal juga perlu menyadari pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Langkah strategis menggandeng media ini dinilai sangat efektif untuk memperluas jangkauan sosialisasi sekaligus menjamin perlindungan bagi para pewarta.
“Saya berharap rekan-rekan media dapat memanfaatkan kerja sama ini untuk terus mempromosikan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat. Di sisi lain, insan pers juga harus mendapatkan perlindungan sebagai bagian dari upaya kita melindungi para pekerja,” tutupnya.
Ketua AMSI Kalimantan Barat Muhlis Suhaeri mengatakan media memiliki peran krusial dalam menyampaikan edukasi meskipun keselamatan pekerjanya sendiri juga butuh perhatian.
“Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan menjadi penting agar media memahami fungsi dan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan, sekaligus dapat menyosialisasikannya kepada masyarakat secara lebih luas,” ujarnya.
Muhlis meyakini kerja sama ini akan menjadi investasi positif agar publik semakin menyadari betapa pentingnya memiliki sebuah jaminan sosial.
“Dengan kolaborasi yang kuat, masyarakat akan semakin memahami fungsi dan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, sementara media dapat terus berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi yang edukatif dan bermanfaat,” tutup Muhlis.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan Barat Suhuri turut mengapresiasi dukungan penuh dari jajaran pemerintah provinsi beserta kepengurusan asosiasi media siber tersebut.
Suhuri menekankan bahwa profesi wartawan memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi di lapangan sehingga sangat membutuhkan kehadiran perlindungan negara.
“Orientasi utama kami adalah bagaimana pekerja di media bisa terlindungi. Risiko yang dihadapi insan media tidak kecil, mulai dari peliputan lapangan hingga berbagai tugas yang memiliki tingkat risiko tertentu,” katanya.
Pihaknya berjanji akan mengoptimalkan pendataan serta perluasan basis kepesertaan bagi jajaran pekerja tetap maupun kontributor media lepas di wilayahnya.
“Kami optimistis melalui kolaborasi dengan AMSI, semakin banyak pekerja di sektor media yang terlindungi dan semakin luas pula pemahaman masyarakat mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan,” tutupnya.
(*Red)











