Pencarian Pemancing yang Diduga Diterkam Buaya di Kubu Raya Resmi Dihentikan

Tim SAR gabungan secara resmi menghentikan operasi penyisiran korban serangan satwa liar di perairan Kabupaten Kubu Raya sesuai batas waktu standar operasional. (Dok. HO/Faktanasional)

FAKTANNASIONAL.NET – Tim SAR Gabungan resmi menutup operasi pencarian korban diterkam buaya bernama Sulyadi yang hilang di perairan Dusun Karang Anyar Desa Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya pada Senin (29/6/2026) sore.

Penutupan operasi pencarian korban diterkam buaya tersebut dilakukan tepat pada pukul 17.00 WIB setelah petugas melakukan penyisiran maraton selama tujuh hari berturut-turut.

Kapolsek Batu Ampar Fahrizal melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Ade menegaskan bahwa seluruh prosedur penyelamatan telah dijalankan secara maksimal oleh tim gabungan sejak hari pertama kejadian.

“Pencarian maraton ini telah berlangsung selama tujuh hari penuh, dimulai sejak Senin, 22 Juni 2026, hingga resmi kami tutup pada Senin (29/6/2026) sore pukul 17.00 WIB. Tim di lapangan telah mengerahkan seluruh kemampuan, namun keberadaan korban belum berhasil ditemukan,” ujar Ade dalam keterangan resminya, Selasa (30/6/26).

Ade membeberkan bahwa aparat gabungan terus melakukan perluasan radius penyisiran dari titik awal hilangnya korban pria berusia 41 tahun tersebut seiring berjalannya waktu pencarian.

Kondisi medan perairan yang sangat menantang serta besarnya potensi ancaman satwa liar tidak pernah menyurutkan komitmen tim untuk menyisir setiap sudut sungai.

Upaya penyisiran tanpa henti tersebut belum membuahkan hasil positif hingga batas waktu standar operasi penyelamatan dari pihak kepolisian dan Basarnas resmi berakhir.

Otoritas terkait pada akhirnya menyatakan operasi formal selesai murni berdasarkan aturan regulasi yang berlaku serta hasil evaluasi berkala harian di lapangan.

Meskipun operasi penyelamatan gabungan resmi dihentikan oleh negara pihak keluarga korban bersama warga sekitar masih terus bergerak melakukan pencarian secara swadaya.

Kepolisian Resor Kubu Raya melalui jajaran Polsek Batu Ampar berjanji akan tetap memantau perkembangan situasi pencarian mandiri tersebut secara langsung di lapangan.

Pihak kepolisian juga selalu siap untuk berkoordinasi kembali apabila warga atau keluarga menemukan petunjuk maupun informasi baru terkait dengan kondisi keberadaan korban.

Aparat mengimbau seluruh masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan Batu Ampar untuk terus meningkatkan kewaspadaan ekstra agar insiden mematikan serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

(*Red)