FAKTANASIONAL.NET – Masyarakat bersama unsur aparat dan pemerintahan sepakat melakukan perbaikan jembatan Dusun Kerosik secara swadaya di Desa Semanggis Raya Kecamatan Mukok Kabupaten Sanggau pada Jumat (3/7/2026).
Kesepakatan pemugaran infrastruktur penghubung tersebut dicapai melalui musyawarah bersama lintas sektor yang digelar sejak pukul 08.30 WIB.
Fasilitas penyeberangan ini memiliki peran sangat krusial sebagai akses utama bagi jalur mobilitas warga beserta sarana angkutan hasil panen pertanian.
Kelancaran roda perekonomian dan distribusi hasil perkebunan kelapa sawit masyarakat sekitar sangat bergantung pada kelayakan kondisi fisik sarana jalan tersebut.
Oleh sebab itu masyarakat desa beserta gabungan kelompok tani sepakat untuk segera merealisasikan perbaikan jembatan Dusun Kerosik menggunakan skema pendanaan mandiri.
Musyawarah perencanaan pembangunan infrastruktur tingkat perdesaan ini turut dihadiri langsung oleh Camat Mukok Heru Anwar Wardiono beserta Kepala Desa Semanggis Raya Paidi.
Pelaksana Tugas Kepala Desa Nanga Biang Ridwan dan perwakilan perusahaan setempat juga ikut berpartisipasi aktif dalam merumuskan pemecahan masalah bersama tersebut.
Keterlibatan seluruh pihak pemangku kepentingan ini menjadi bukti nyata masih kuatnya semangat gotong royong masyarakat perdesaan dalam memajukan wilayah tempat tinggalnya.
Kapolsek Mukok Firman S menegaskan komitmen kuat dari jajarannya terhadap inisiatif warga dalam memperbaiki fasilitas umum yang bersinggungan dengan kebutuhan logistik masyarakat luas.
“Melalui musyawarah ini kita menunjukkan bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan dengan semangat kebersamaan. Polsek Mukok siap mendukung setiap langkah positif masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan, termasuk pembangunan infrastruktur yang memperlancar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Sinergi seperti ini perlu terus dipelihara agar pembangunan berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan,” ujar IPTU Firman.
Langkah proaktif masyarakat desa dalam perbaikan fasilitas jalan ini diharapkan mampu mengembalikan kelancaran konektivitas antarwilayah pinggiran secara lebih optimal.
Normalisasi arus transportasi pada jalur tersebut dipastikan akan berbanding lurus dengan membaiknya tingkat kesejahteraan kelompok masyarakat kelas pekerja ke depannya.
(*Red)








