FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Bangladesh tengah mempersiapkan impor beras sebanyak 50.000 metrik ton dari Pakistan melalui skema kerja sama antarpemerintah (Government-to-Government/G2G).
Kesepakatan yang dijadwalkan ditandatangani pada minggu pertama Juli ini bertujuan untuk memperkuat cadangan pangan nasional dan menjaga stabilitas harga beras di dalam negeri.
Namun, mengutip laporan berbagai sumber, rencana ini menuai perhatian publik menyusul rekam jejak pengiriman beras Pakistan yang pernah ditolak masuk oleh Uni Eropa.
Penolakan tersebut bukan disebabkan oleh larangan total terhadap beras Pakistan, melainkan akibat kegagalan dalam memenuhi standar keamanan pangan yang ketat dan persyaratan administratif yang ditetapkan otoritas Eropa.
Salah satu kendala utama yang kerap dihadapi eksportir adalah temuan residu pestisida yang melampaui Maximum Residue Limits (MRLs).










