Hukum  

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Minta Kawasan Konservasi Tidak Kembali Terbakar

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hanan A Rozak bersama rombongan saat mengunjungi Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung. (FAKTANASIONAL/HO)
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hanan A Rozak bersama rombongan saat mengunjungi Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung. (FAKTANASIONAL/HO)
“Kalau ada kawasan yang rusak karena kebakaran, harus jelas bagaimana rencana pemulihannya. Apa yang ditanam kembali, berapa luasnya, siapa yang mengawasi dan bagaimana memastikan habitat itu kembali berfungsi,” kata dia.

Selain penanganan karhutla, kunjungan tersebut juga menyoroti posisi masyarakat desa penyangga sebagai bagian penting dalam menjaga kawasan konservasi.

Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK, Brigjen TNI Sriyanto, mengatakan upaya konservasi tidak dapat dipisahkan dari pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan. Menurut Sriyanto, hampir 3.083 warga desa penyangga turut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan di sekitar kawasan saat ini.

“Kita tidak bisa hanya bicara tentang konservasi, sementara masyarakat di sekitar kawasan tidak ikut mendapatkan manfaat. Karena itu, pemberdayaan masyarakat desa penyangga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kawasan,” katanya.

Ia mengatakan keterlibatan masyarakat dapat dikembangkan melalui berbagai aktivitas ekonomi, seperti rumah singgah, usaha mikro kecil dan menengah berupa warung makan, hingga budidaya lebah.

“Ketika masyarakat memiliki sumber ekonomi yang tumbuh dari kegiatan yang sejalan dengan konservasi, mereka juga memiliki kepentingan untuk menjaga kawasan. Jadi konservasi dan pemberdayaan masyarakat harus berjalan bersama,” ujar Sriyanto.

“pendekatan tersebut penting untuk mengurangi potensi konflik sekaligus membangun kesadaran bahwa keberadaan TNWK dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa harus merusak kawasan. Dan Komite sendiri turut memberikan berbagai kontribusi dengan memfasilitasi pelatihan penanggulangan Karhutlah warga di seluruh desa yang ada melalui penyuluhan yang di datangkan langsung oleh TNI melalui Kodam XXI / Raden inten untuk pendeteksian dini kebakaran, serta memberikan Alkon atau peralatan pemadam,” tutup dia.