INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET – Lalu lintas kapal di Selat Hormuz mencatat lonjakan pesan kebangsaan tak biasa sejak 12 Juni lalu, di tengah ketidakpastian gencatan senjata antara Israel dan Iran.
Data Windward menunjukkan 55 kapal mengirim 101 sinyal seperti “milik China” dan “minyak mentah Rusia” untuk mengelabui potensi serangan.
Menurut laporan Windward dan Reuters, kapal kontainer berbendera Panama menyiarkan “PKKHI semua orang China” saat melintasi Selat Hormuz.
Supertanker China juga menandai dirinya “kapal China” sebelum berganti ke “CN NBG” usai melewati perairan berisiko. Tujuannya jelas: kapal dari negara-negara Barat seperti AS, Inggris, dan Israel dianggap lebih rentan, sehingga operator mencatut kebangsaan lain agar terhindar dari sasaran militer.










