FAKTANASIONAL.NET – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap durasi musim kemarau tahun ini di sejumlah daerah berpotensi lebih panjang dari biasanya.
Selain itu, musim kemarau juga diprakirakan akan jauh lebih kering akibat pengaruh fenomena cuaca global.
Menurut prakiraan BMKG, durasi musim kemarau tahun ini akan berlangsung antara tiga hingga tujuh bulan, tergantung pada kondisi masing-masing wilayah.
BMKG dalam Buku Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia memproyeksikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia atau sebanyak 400 Zona Musim (57,2 persen) akan mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari batas normalnya.
“Musim kemarau di Indonesia diprediksi memiliki durasi yang bervariasi dengan wilayah Sumatera dan Kalimantan umumnya berdurasi pendek sedangkan wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara umumnya berdurasi panjang,” tulis BMKG dalam Buku Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia.
Wilayah yang diprediksi bakal mengalami kemarau lebih panjang tersebut meliputi sebagian besar Sumatera, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian besar Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, dan sebagian besar Sulawesi.
Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini: Gelombang Hingga 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jawa-NTB
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di sebagian besar Maluku Utara, Maluku, sebagian Papua Barat Daya, sebagian Papua Barat, Papua Pegunungan, serta sebagian Papua Selatan.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani juga mengungkap adanya potensi kemunculan El Nino di Indonesia tahun ini.
Menurut Faisal, prediksi tersebut sudah disampaikan oleh BMKG sejak Maret dan diperkuat oleh keterangan resmi Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni ini.











