Pastikan Energi di Wilayah Perbatasan Aman, Komut Pertamina Iwan Bule Tinjau Fasilitas Operasional di Kupang

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan alias Iwan Bule (tengah) didampingi jajaran manajemen saat meninjau kesiapan tangki timbun di Integrated Terminal (IT) Tenau, Kota Kupang, NTT./Dok. Pertamina

FAKTANASIONAL.NET — PT Pertamina (Persero) terus memperketat pengawasan demi menjamin keamanan pasokan energi dan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh pelosok negeri.

Terbaru, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, melakukan kunjungan kerja langsung untuk meninjau sejumlah fasilitas operasional strategis Pertamina di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna memastikan keandalan pasokan energi di wilayah kepulauan dan perbatasan tersebut.

Sejumlah titik vital disisir oleh pria yang akrab disapa Iwan Bule ini, mulai dari SPBU Timor Raya Oesapa, Aviation Fuel Terminal (AFT) El Tari, hingga Integrated Terminal (IT) Tenau Kupang.

Saat berada di SPBU Timor Raya Oesapa, Iwan Bule menyempatkan diri berdialog langsung dengan konsumen untuk menyerap masukan terkait pelayanan BBM. Sementara di AFT El Tari, ia memastikan pasokan avtur berada dalam kondisi aman demi menjaga konektivitas udara di NTT tetap lancar.

Baca Juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Pertamina Resmi Kerek Harga Pertamax Tembus Rp16.250

Menguji Keandalan IT Tenau, Jantung Energi NTT

Agenda peninjauan ditutup dengan kegiatan Management Walkthrough (MWT) di Integrated Terminal (IT) Tenau.

Di terminal bahan bakar yang telah beroperasi sejak tahun 1968 ini, Iwan Bule memeriksa detail kesiapan infrastruktur mulai dari tangki timbun hingga dermaga bongkar muat BBM dan LPG.

Ia menegaskan, mitigasi terhadap potensi gangguan distribusi harus dilakukan sejak dini agar hak masyarakat dalam mengakses energi tidak terganggu.

“Kelancaran pasokan menjadi faktor utama dalam menjaga pelayanan energi kepada masyarakat. Karena itu, seluruh rantai distribusi harus berjalan optimal,” tegas Iwan Bule dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/6/2026).

Selain memastikan pasokan fisik aman, mantan Penjabat Gubernur Jawa Barat ini juga mewanti-wanti seluruh perwira (sebutan pekerja Pertamina) untuk memperketat aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta mematuhi Corporate Life Saving Rules (CLSR).