KEKERASAN merupakan fenomena sosial yang telah lama menjadi perhatian para ahli, mulai dari psikolog, sosiolog hingga filsuf.
Meski sering muncul dalam bentuk yang berbeda-beda, banyak penelitian menunjukkan bahwa tindakan kekerasan umumnya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kekerasan dapat terjadi di lingkungan keluarga, tempat kerja, komunitas, bahkan dalam skala yang lebih luas seperti konflik sosial dan politik.
Pemicunya pun beragam, mulai dari persoalan pribadi hingga kondisi sosial yang kompleks.
Rasa Takut dan Emosi yang Tidak Terkelola
Dilansir dari berbagai sumber, salah satu faktor yang sering menjadi pemicu kekerasan adalah rasa takut. Ketika seseorang merasa dirinya atau kelompoknya berada dalam ancaman, respons agresif kerap muncul sebagai bentuk perlindungan diri.
Tidak sedikit konflik antarindividu maupun antarkelompok berawal dari perasaan terancam tersebut.
Selain itu, kemarahan yang tidak dikelola dengan baik juga dapat berkembang menjadi tindakan agresif.
Akumulasi rasa kecewa, frustrasi, atau penghinaan sering kali memicu perilaku yang berujung pada perkelahian, kekerasan dalam rumah tangga, hingga aksi balas dendam.
Di sisi lain, sebagian pelaku menggunakan kekerasan sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan atau mengendalikan orang lain.











