Fakta Nasional

Mahasiswa Trisakti Tagih Janji Sehat Pemerintah

Keluarga besar mahasiswa Universitas Trisakti mendatangi Kantor Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) di Jakarta Pusat. Kedatangan ini bertujuan menuntut realisasi janji pelayanan kesehatan gratis bagi korban ISPA akibat bencana kabut asap karhutla. Janji tersebut sebelumnya sempat disampaikan oleh pihak Istana pada 29 Oktober lalu. Mahasiswa juga mendesak pertanggungjawaban komitmen pemerintah terkait evaluasi total kinerja jajaran Kementerian Kehutanan.

Penulis: argenteaayu Saturday, 07 November 2026 📖 2 menit
Mahasiswa Trisakti Tagih Janji Sehat Pemerintah

FAKTANASIONAL.NET - Menurut pandangan Arief, masyarakat di daerah terdampak karhutla sudah sangat menderita. Warga tidak bisa terus dibiarkan menunggu bantuan tanpa adanya kepastian hukum. Bencana kebakaran hutan bukan sekadar isu kerusakan ekologi semata. Masalah ini telah berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan jiwa manusia.

Kekecewaan mahasiswa juga menyasar pada lambatnya proses reformasi birokrasi di sektor lingkungan. Mereka menagih janji Istana untuk mengeluarkan surat rekomendasi evaluasi pejabat tinggi. Sorotan tajam diarahkan pada kinerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Posisi Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki juga tidak luput dari tuntutan evaluasi. Mahasiswa ingin melihat sejauh mana komitmen perbaikan struktural tersebut berjalan.

"Aksi tidak berhenti ketika massa membubarkan diri. Setiap janji yang disampaikan kepada publik harus memiliki kejelasan tindak lanjut dan dapat dipertanggungjawabkan. Janji kepada rakyat bukan sekadar pernyataan di tengah aksi. Ia adalah komitmen yang harus dibuktikan melalui tindakan nyata," tegas Arief saat memberikan orasi politik.

Prahara ini bermula dari aksi parlemen jalanan yang digelar beberapa waktu lalu. Demonstrasi besar tersebut berlangsung di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pada Kamis (29/10/2026). Staf Khusus Kementerian Sekretariat Negara, Bin Bin Firman Tresnadi, sempat turun menemui massa.

Pada momen tersebut, Bin Bin menyatakan komitmen penuh pemerintah pusat untuk rakyat. Negara siap menjamin biaya pengobatan warga yang terserang penyakit infeksi saluran pernapasan. Ia juga berjanji meneruskan berkas tuntutan mahasiswa kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Surat itu berisi rekomendasi pencopotan jabatan bagi pimpinan kementerian yang tidak kompeten.

"Saya janji akan menyampaikan untuk mengevaluasi kinerja Satgas PKH, kemudian menyampaikan rekomendasi untuk Menteri Kehutanan dan Wakil Menteri diganti," tutur Bin Bin kala itu di depan gerbang demonstran. Janji manis inilah yang sekarang dituntut oleh mahasiswa agar segera diwujudkan menjadi regulasi nyata.

Dalam pergerakan ini, mahasiswa Trisakti membawa manifesto penting bernama Tritura. Tiga Tuntutan Rakyat versi baru ini mencakup aspek kehidupan bernegara secara menyeluruh. Poin pertama menuntut pemulihan total sektor ekonomi, ekologi, pendidikan, politik, dan kesehatan nasional. Poin kedua mendesak pemberantasan praktik rangkap jabatan di kalangan pejabat publik. Poin terakhir meminta penegakan supremasi sipil secara murni. Mahasiswa memastikan akan terus mengawal isu ini hingga ada tindakan konkret dari presiden.[ayu]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK