“Ada banyak lahan di daerah lain juga selalu dihijaukan, ditanam pohon. Bahkan semaksimal mungkin setiap gedung kantor atau gedung pemerintahan di Jakarta dimanfaatkan untuk RTH. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk edukasi masyarakat dan anak-anak sekolah, serta membiasakan kita bercocok tanam untuk kebutuhan sayur-mayur, seperti cabai dan segala macam, agar kebutuhan dirinya bisa terselesaikan,” terangnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma mengatakan, Pemkot Administrasi Jakarta Pusat sudah melakukan pembongkaran bangunan Jotet yang berdiri di atas lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jalan Kramat Jaya Baru IV, RT 15/10, Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Johar Baru, pada Senin (12/08/2024) lalu.
Pembongkaran itu melibatkan pasukan pelangi dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Provinsi DKI Jakarta, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. Pembongkaran tersebut melibatkan dua unit alat berat ekskavator.
“Rencanannya, lahan itu akan dijadikan RTH, dan 20 persen lahannnya akan dimanfaatkan sebagai Ruang Terbuka Biru (RTB) berupa embung. Warga juga akan dapat memanfaatkan jogging track, lapangan olahraga multifungsi, serta musala,” kata Dhany.
Saat ini, pengerjaan RTH terus dilakukan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Sudin Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), serta Suku Dinas Pemuda dan Olahraga, Baznas Bazis Jakarta Pusat, serta pihak kecamatan setempat. “Ditargetkan bulan Desember 2024 pembangunan RTH rampung dikerjakan,” ujarnya. (ald)











