Info BNPB: Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air per 19 Juni 2025

Tim gabungan saat melakukan pencarian korban tertimbun material longsor di Kota Cirebon, Jawa Barat pada Rabu (18/6/2025)/Dok. BNPB.

Selanjutnya, peristiwa tanah longsor tambang galian C di Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, terjadi pada Rabu (18/6) pukul 08.00 WIB dan menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Tim SAR gabungan telah menemukan korban dan menghentikan pencarian. Satu unit truk juga tertimbun dalam kejadian tersebut.

Kemudian, banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Kliteh di Kabupaten Grobogan menyebabkan 110 KK atau 232 jiwa mengungsi.

Selain rumah warga, beberapa fasilitas umum dan lahan pertanian turut terdampak. BPBD mendirikan dapur umum dan mengoperasikan pompa untuk mempercepat surutnya genangan.

Adapun gerakan tanah di Desa Pasirmunjul, Kabupaten Purwakarta, yang berlangsung sejak April masih menunjukkan aktivitas.

Sebanyak 83 KK terdampak dan 256 jiwa mengungsi. Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat hingga 1 Juli 2025 dan merencanakan relokasi bagi warga terdampak.

Di wilayah sumatera, hingga 18 Juni 2025, luas lahan terbakar akibat karhutla di Provinsi Riau mencapai lebih dari 157 hektar. Wilayah dengan kebakaran terluas meliputi Kabupaten Bengkalis, Dumai, dan Pelalawan. Pemadaman terus dilakukan baik dari darat maupun udara.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi. Wilayah yang berdekatan dengan gunung api aktif, daerah rawan banjir, dan kawasan yang rentan terhadap kebakaran hutan diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.

Warga juga disarankan memperbarui informasi cuaca dan kondisi lapangan secara berkala dari instansi terkait.[zul]