Jejak Aliran Dana EDC di BRI: Fokus Eks Pejabat Jadi Sorotan

Gedung Merah Putih KPK
Bupati Muara Enim Edison berjalan melewati kerumunan awak media saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kavling C1, Kuningan, Jakarta Selatan./fkn

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini menyorot kasus dugaan korupsi pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC) di Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkap bahwa ada eks pejabat BRI yang berada dalam radar penyelidikan. Meskipun belum ada penetapan tersangka, tim penyidik KPK tengah menelusuri aliran dana yang diduga merugikan negara di proyek senilai miliaran rupiah ini.

Dalam pengadaan mesin EDC, BRI bermitra dengan beberapa penyedia barang dan jasa. Namun, temuan KPK menunjukkan dugaan mark-up harga hingga komisi tak wajar yang mengalir ke pihak-pihak tertentu.

“Kita akan melihat perannya seperti apa, dan ke mana saja aliran hasil korupsi ini mengalir,” tegas Budi saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK pada 27 Juni 2025. Tim penyidik pun mulai memeriksa dokumen kontrak, bukti pembayaran, serta saksi-saksi dari BRI dan vendor terkait.