Stok Bensin Melonjak, Harga Minyak Dunia Tertekan di Akhir Perdagangan

Tambang minyak mentah/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Pasar minyak global mencatat tekanan pada akhir perdagangan Rabu (16/7/2025), ketika harga Brent dan WTI sama–sama menurun tipis. Pelemahan ini terutama dipicu lonjakan persediaan bahan bakar di Amerika Serikat dan kekhawatiran atas perlambatan permintaan akibat kebijakan tarif yang semakin agresif.

Pada hari itu, harga minyak mentah Brent turun 0,3% ke US$ 68,52 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 0,2% menjadi US$ 66,38 per barel. Data EIA menunjukkan peningkatan stok bensin AS sebesar 3,4 juta barel—berlawanan dengan ekspektasi penurunan 1 juta barel—dan lonjakan stok distilat hingga 4,2 juta barel, jauh di atas perkiraan pasar yang hanya 200 ribu barel. Sementara itu, persediaan minyak mentah turun 3,9 juta barel menjadi 422,2 juta barel, melebihi estimasi penurunan 552 ribu barel.

Lonjakan besar persediaan bensin dan distilat menimbulkan kekhawatiran bahwa kilang–kilang AS telah memproduksi secara maksimal (94% kapasitas), namun permintaan tidak sebanding. Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow, menilai investor kecewa karena permintaan bensin justru menurun pasca-liburan 4 Juli, padahal ini biasanya puncak musim berkendara musim panas.