Selain laporan gempa bumi, BNPB juga menerima laporan dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BPBD Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara melaporkan adanya beberapa titik api di dua kecamatan, yakni Kecamatan Girsang Sipangan Bolon dan Kecamatan Pematang Sidamanik pada Kamis (17/7) pukul 10.00 WIB. Tim BPBD Kabupaten Simalungun segera berkoordinasi dengan Pemerintah setempat dan melakukan pemadaman.
Udara kering dan angin kencang menyebabkan api cepat menyebar hingga sedikitnya 25 hektare lahan terbakar. Petugas berhasil padamkan api pada Jumat (18/7) dengan dibantu tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, Damkar dan masyarakat setempat.
Sementara itu, karhutla juga terjadi di wilayah Nagari Padang Ganting dan Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat pada Jumat (18/7) pukul 15.00 WIB. Titik api berhasil dipadamkan petugas di hari yang sama. Tidak ada laporan korban jiwa, namun 11 hektare lahan terdampak kejadian ini, dengan rincian satu hektare lahan di Nagari Padang Ganting dan 10 hektare lahan di Nagari Pagaruyung.
Mengingat sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk waspada pada potensi kejadian karhutla di wilayahnya. Upaya mitigasi, seperti patroli terpadu dan pemadaman dini terhadap titik-titik api, harus dilakukan secara rutin, khususnya di wilayah rawan. BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap siaga, serta aktif mengikuti informasi cuaca dari sumber resmi. Bila menemukan titik api atau kondisi darurat segera melapor ke pihak berwenang.











