Ledakan SMA 72 Jakarta: Pelaku Tertutup dan Terinspirasi Kekerasan Ekstrem

Situasi SMAN 72 Jakarta Dipastikan Kondusif Usai Ledakan, Polisi Imbau Warga Tetap Tenang/(instagram)

Rekaman CCTV menunjukkan ABH tiba di sekolah, sempat memantau situasi di sekitar masjid, dan kemudian melepaskan seragamnya. Pada pukul 12.05 WIB, ABH terekam menuju masjid dengan celana hitam, kaus putih, dan membawa senjata mainan (dummy) yang permukaannya ditulisi nama tokoh teroris. Sekitar pukul 12.05.51, cahaya merah dan ledakan disertai asap putih terlihat keluar dari dalam masjid. Polisi menemukan dua kawah ledak di lokasi, mengindikasikan dua bom telah diledakkan. Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto memastikan bom tersebut merupakan bom aktif yang dikendalikan dari jarak jauh menggunakan remote.

Bukan Terorisme, Murni Kriminal Umum

Densus 88 Antiteror Polri menegaskan bahwa ledakan di SMA 72 Jakarta bukan merupakan aksi terorisme, melainkan murni tindakan kriminal umum. Juru bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menduga ABH terinspirasi dari aksi kekerasan dan terorisme yang terjadi di negara lain, sebagai bagian dari fenomena global komunikasi transnasional. Pelaku hanya mempelajari dan mengikuti aksi ekstremisme, yang ditunjukkan dengan penulisan nama enam tokoh teroris global pada senjata mainannya. Tidak ada satu ideologi konsisten yang diikuti, menunjukkan aksi ini sekadar inspirasi yang dipicu rasa tertindas dan kesepian.[dit]