Pemadaman listrik total ini membuat warga kecewa, apalagi setelah mendengar pernyataan optimis dari Istana. Syahril, warga Banda Aceh, secara blak-blakan menyebut kondisi ini sebagai “prank” terhadap Presiden. Sementara M. Dahlan dari Aceh Besar menyoroti bagaimana pernyataan pers yang disampaikan Presiden tidak sesuai dengan kenyataan gelap yang dialami masyarakat. Pemadaman ini menjadi fokus utama berita (What) yang terjadi di Aceh (Where) pada Minggu malam hingga Senin dini hari (When).
Beda Fakta Lapangan dan Laporan Resmi
Kesulitan pemulihan listrik di Aceh telah menjadi isu nasional. Pernyataan Bahlil yang kontradiktif dengan kondisi Banda Aceh dan Aceh Besar yang gelap gulita memunculkan pertanyaan tentang validitas laporan yang diterima Presiden (Why). Warga mempertanyakan (How) mengapa laporan resmi bisa meleset jauh dari fakta, yang membuat Presiden Prabowo menyampaikan informasi yang tidak akurat kepada publik. Situasi ini menunjukkan masih banyak tantangan dalam pemulihan infrastruktur listrik di provinsi tersebut.[dit]











