Meskipun tidak menyebutkan nama Amerika Serikat secara spesifik dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa rakyat Venezuela harus diberi kebebasan untuk menentukan masa depan mereka sendiri tanpa campur tangan destruktif dari pihak luar.
Hingga saat ini, Presiden Vladimir Putin cenderung menahan diri untuk berkomentar langsung terkait aksi pasukan khusus AS yang menangkap Maduro.
Di sisi lain, Rusia tetap menegaskan solidaritasnya kepada pemerintah Venezuela yang sah.
Situasi ini menjadi sorotan dunia mengingat Maduro merupakan sekutu strategis kedua Rusia yang tumbang dalam setahun terakhir setelah krisis di Suriah.[dit]











