Sementara itu, Juru Bicara BGN Dian Fatwa menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak sekadar program pemberian makanan, tetapi juga penguatan ekosistem layanan gizi yang berkelanjutan. Menurutnya, pemenuhan gizi yang konsisten sejak dini akan membuka peluang lebih besar bagi anak-anak Papua untuk tumbuh sehat, belajar optimal, dan menjadi generasi yang tangguh.
Kunjungan ini menegaskan komitmen bersama Pemerintah Indonesia, UNICEF, dan Pemerintah Tiongkok dalam memperkuat sistem gizi berbasis komunitas sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Papua dan percepatan terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Hingga Januari 2026, program nasional MBG yang berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini menjadi instrumen penting dalam pencegahan stunting, peningkatan status gizi, serta penguatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Di wilayah Papua, MBG dinilai mampu menjawab tantangan struktural yang selama ini dihadapi daerah tersebut, mulai dari tingginya prevalensi stunting, keterbatasan akses terhadap layanan gizi, hingga kesenjangan kualitas sumber daya manusia.
Melalui pendekatan berbasis sekolah dan komunitas, termasuk pemanfaatan Posyandu, MBG mendorong anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui memperoleh akses rutin terhadap makanan bergizi, edukasi gizi, serta layanan kesehatan pendukung.[zul]









