Jaga Nadi Logistik Papua, Prajurit Pasgat TNI AU Amankan Operasi Bandara Perintis Sinak

/Dok. Faktakalbar.id

“Di wilayah dengan ketinggian seperti ini, cuaca adalah tantangan pertama. Kabut bisa turun kapan saja. Oleh karena itu, setiap pergerakan pesawat bersayap tetap (fixed wing) maupun helikopter (rotary wing) harus dipandu dan diamankan secara maksimal,” ujar Kapten Pas Rizki Amrullah Oktavido.

Pengamanan Berlapis dan Siaga Tempur

Mengingat tingginya risiko gangguan keamanan bersenjata di wilayah tersebut, TNI menerapkan sistem pengamanan berlapis.

Sejumlah kendaraan taktis (rantis) disiagakan di pinggir landasan, sementara prajurit dengan perlengkapan tempur standar melakukan patroli rutin di area apron dan fasilitas bandara lainnya.

Setiap jadwal penerbangan, baik sipil maupun militer, dikawal ketat dengan sistem komunikasi yang terhubung langsung ke pusat komando.

Hal ini memberikan jaminan keselamatan bagi para kru pesawat yang harus berhadapan dengan tingkat kemiringan landasan yang sulit dan arah angin pegunungan yang sulit diprediksi.

Menjamin Ketersediaan Logistik Warga

Keberadaan Satgas Pasgat di Bandara Sinak memastikan aktivitas bongkar muat bahan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok masyarakat sipil tetap berjalan lancar.

Tanpa jaminan keamanan di bandara perintis ini, distribusi logistik ke wilayah pegunungan berpotensi terputus total.

Melalui kehadiran aparat TNI, pemerintah memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat di pelosok Papua Tengah tetap terpenuhi secara optimal, sekaligus menjaga stabilitas wilayah dari potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat pembangunan.