“Ketika digeser baru nangis-nangis,” sindirnya di hadapan audiens. Purbaya mengakui bahwa mengubah kultur birokrasi adalah tantangan berat, namun pembenahan mutlak dilakukan demi menutup celah kebocoran penerimaan negara dan memberantas barang ilegal.
Ucapan Purbaya bukan sekadar gertakan. Terhitung Selasa 21 April 2026, ia resmi mencopot dua pejabat tinggi: Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu, serta Dirjen Anggaran Luky Alfirman.
Purbaya menegaskan bahwa sistem reward and punishment akan ditegakkan secara objektif. Bagi mereka yang berkinerja unggul, insentif dan penghargaan tinggi menanti, namun bagi yang menghambat progres, sanksi tegas sudah dipastikan.[dit]










