Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.749 per Dolar AS, Pasar Masih ‘Wait and See’ Respons Damai Iran

Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah/(ilustrasi/@pixabay)

FAKTANASIONAL.NET — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis pada sesi perdagangan Selasa (26/5). Mata uang Garuda terkoreksi sebesar 5 poin atau turun sekitar 0,03 persen ke level Rp17.749 per dolar AS jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan mata uang domestik ini berjalan beriringan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga kompak berselimut di zona merah. Tercatat, yuan China terdepresiasi 0,06 persen, peso Filipina melemah 0,16 persen, ringgit Malaysia turun 0,30 persen, dolar Singapura turun 0,02 persen, yen Jepang melemah 0,03 persen, dan dolar Hong Kong ikut terkoreksi 0,02 persen.

Baca Juga: Prabowo Rancang APBN 2027: Defisit Rendah dan Rupiah Dipatok Stabil

Di tengah tren pelemahan regional tersebut, won Korea Selatan menjadi satu-satunya pengecualian setelah berhasil mencatatkan penguatan sebesar 0,18 persen terhadap greenback.

Mata Uang Negara Maju Ikut Tertekan

Tidak hanya di Asia, keperkasaan dolar AS pada hari ini juga menekan mata uang utama negara-negara maju. Euro Eropa terpantau melemah 0,09 persen, poundsterling Inggris jatuh 0,14 persen, dolar Australia terkoreksi 0,13 persen, dolar Kanada turun 0,04 persen, serta franc Swiss yang tergelincir 0,12 persen.

Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, memaparkan bahwa pergerakan rupiah saat ini cenderung bergerak konsolidatif akibat pengaruh dinamika geopolitik global. Para pelaku pasar dinilai tengah mengambil sikap menunggu dan mengamati (wait and see) terkait kelanjutan konflik di Timur Tengah.