FAKTANASIONAL.NET — Kawasan Nongsa di Batam, Kepulauan Riau, resmi menerima kucuran investasi raksasa di sektor digital senilai Rp88 triliun.
Dana fantastis tersebut dialokasikan untuk pembangunan AI Data Centre (Pusat Data Kecerdasan Buatan), yang diproyeksikan bakal memperkuat posisi Batam sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi digital dan teknologi masa depan di Indonesia.
Merespons hal tersebut, Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa masuknya kapital besar ini tidak boleh sekadar menjadi angka di atas kertas, melainkan harus membawa dampak kesejahteraan yang instan dan nyata bagi masyarakat lokal.
“Investasi harus memberikan dampak nyata bagi rakyat. Yang paling penting bukan hanya nilai investasinya, tetapi seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Iftitah dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (26/5/2026).
Baca Juga: Genjot Potensi Pertanian di Mahalona, Pemkab Luwu Timur Keluhkan Buruknya Infrastruktur Pendukung
Kementrans Siapkan Pelatihan Vokasi dan Integritas Tenaga Kerja
Guna menyambut kebutuhan tenaga kerja berspesifikasi tinggi di industri data centre, Kementerian Transmigrasi bergerak cepat menyusun sejumlah program pelatihan komprehensif.
Program penguatan SDM ini dirancang mencakup empat pilar utama:
-
Peningkatan kapasitas teknis (hard skills).
-
Keterampilan adaptif digital (soft skills).
-
Penegakan disiplin kerja.
-
Penguatan integritas personal.
“Kita harus memastikan masyarakat Indonesia, khususnya generasi mudanya, mampu menjadi bagian dari transformasi ekonomi digital dunia. Karena itu, kompetensi dan integritas harus berjalan berbanding lurus,” tambah politisi Partai Demokrat tersebut.
Iftitah mengklarifikasi bahwa cakupan target peningkatan kualitas SDM ini tidak terbatas pada warga transmigran konvensional saja, melainkan mencakup seluruh masyarakat yang tinggal menetap di dalam maupun di sekitar kawasan transmigrasi Batam.







