BENGKAYANG, FAKTANASIONAL.NET – Kemunculan seekor buaya di perairan sekitar pesisir Kabupaten Bengkayang memicu keresahan di kalangan warga dan wisatawan menjelang musim liburan.
Kabar mengenai keberadaan buaya di Pulau Lemukutan ini menyebar dengan cepat melalui mulut ke mulut hingga membuat panik masyarakat setempat.
Kawasan perairan tersebut selama ini dikenal luas sebagai destinasi wisata bahari unggulan sekaligus area permukiman padat penduduk di Kalimantan Barat.
Sejumlah warga pesisir terpantau mulai melakukan proses pencarian dan perburuan secara swadaya terhadap satwa predator tersebut.
Tindakan penyisiran ini terpaksa diambil karena masyarakat merasa khawatir hewan karnivora itu dapat membahayakan keselamatan nyawa warga maupun pengunjung.
Tingkat keresahan warga pesisir juga semakin meningkat mengingat musim libur panjang anak sekolah akan segera tiba dalam waktu dekat.
Pada periode libur sekolah tersebut, kawasan wisata bahari ini selalu ramai dipadati oleh kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.
Para pelancong umumnya datang secara rombongan untuk bersantai dan menikmati sajian keindahan alam bawah laut yang masih sangat terjaga keasriannya.
Selama berada di lokasi, para wisatawan kerap menghabiskan waktu liburan dengan melakukan berbagai macam aktivitas wisata air secara langsung.
Beberapa aktivitas rekreasi air yang menjadi favorit para pelancong meliputi kegiatan berenang santai di tepi pantai, snorkeling, hingga agenda menyelam.
Kondisi air laut yang jernih dan panorama terumbu karang memukau menjadikan lokasi ini sebagai tujuan utama rekreasi bahari tingkat provinsi.
Meskipun hingga saat ini belum ada laporan mengenai serangan buaya di Pulau Lemukutan terhadap manusia, kemunculan satwa tersebut tetap menimbulkan ketakutan.
Warga setempat menaruh harapan besar agar pihak berwenang dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan intensif di lokasi penemuan.
Langkah penanganan yang cepat dan terukur dari aparat terkait sangat diperlukan guna memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat dan wisatawan.
Pemerintah desa setempat telah mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh pihak lebih meningkatkan kewaspadaan saat melakukan kegiatan di dalam air.
Sementara itu, proses pemantauan terhadap pergerakan satwa reptil tersebut masih terus dilakukan secara mandiri oleh masyarakat di sekitar lokasi kemunculan.
(*Red)








