FAKTANASIONAL.NET – Dugaan kasus intimidasi terhadap seorang santri di bawah umur yang berujung pada kekerasan fatal kembali menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial.
Dilansir redaksi dalam unggahan akun Threads @kementerian_kontroversi, disebutkan bahwa pembiaran terhadap dugaan kekerasan di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Lombok Tengah mencerminkan lemahnya sistem pengawasan internal. Unggahan tersebut menilai kondisi tersebut berdampak serius hingga memakan korban jiwa.
Akun tersebut juga mengungkapkan bahwa keluarga korban disebut telah berulang kali menghadapi tekanan ketika berupaya membawa perkara tersebut ke ranah hukum. Bahkan, muncul dugaan adanya ancaman denda finansial kepada keluarga agar persoalan tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Selain itu, disebutkan pula bahwa upaya mediasi damai yang dilakukan sebanyak tiga kali tidak membuahkan hasil karena dinilai belum menunjukkan adanya tanggung jawab moral dari pihak terkait.
Dalam narasinya, akun tersebut mengajak masyarakat untuk menolak segala bentuk normalisasi kekerasan yang berlindung di balik alasan tradisi senioritas atau pembinaan karakter di lingkungan asrama.











