Purbaya Ungkap Cara Bayar Utang Whoosh: Rp800 Miliar per Tahun Dinilai Cukup

Kereta Cepat Whoosh/(instagram)

“Cukuplah untuk bayar utang yang ada sekarang. Nanti kita hitung. Yang jelas kami nggak bayar… kami nggak bayar ke Danantara untuk penyerahan ini,” tegasnya.

Skema tersebut membuat pemerintah tidak perlu mencari sumber pembiayaan baru dari investor. Kewajiban pembayaran utang nantinya ditangani melalui SMV yang berada di bawah Kementerian Keuangan.

Dalam proses pengalihan, Kementerian Keuangan akan mengambil alih 60 persen saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium BUMN yang menjadi pemegang saham mayoritas PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

PSBI beranggotakan WIKA, PT KAI, Jasa Marga, dan PTPN III. Sementara 40 persen saham yang dimiliki konsorsium perusahaan China tetap dipertahankan. PSBI juga tidak akan dibubarkan.

Pengalihan pengelolaan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah mengatasi beban utang Whoosh yang selama ini menjadi persoalan konsorsium BUMN, terutama PT KAI sebagai pemimpin PSBI.[dit]