Harga Minyak Dunia Menguat Tipis: Bayang-bayang Geopolitik dan Keseimbangan Pasokan

Rencana pembukaan kembali Selat Hormuz dari blokade de facto Iran menjadi angin segar yang mendorong penurunan harga minyak mentah dunia/(Ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Harga minyak dunia mencatatkan penguatan tipis pada perdagangan Kamis pagi (20/11/2025). Minyak mentah Brent (LCOc1) naik menjadi US$63,72 per barel dari US$63,51, sementara West Texas Intermediate (WTI/CLc1) juga menguat ke US$59,81 per barel dari US$59,44. Kenaikan harga ini terjadi di tengah volatilitas sentimen geopolitik yang tinggi, khususnya terkait perkembangan perang Ukraina-Rusia. Pasar saat ini berada di persimpangan antara harapan adanya resolusi konflik dan kekhawatiran potensi kelebihan pasokan global.

Isu perdamaian menjadi sorotan setelah AS dilaporkan memberi sinyal kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk mempertimbangkan kerangka kerja perdamaian Washington, yang dapat mencakup penyerahan sebagian wilayah. Perkembangan ini, termasuk tawaran format perundingan alternatif dari Presiden Turki Tayyip Erdogan, membuka peluang berakhirnya konflik. Pasar melihat potensi berakhirnya perang sebagai pembuka pintu bagi aliran minyak Rusia yang lebih tinggi ke pasar global.

Risiko Banjir Minyak Rusia dan Sanksi Baru