JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) baru-baru ini melancarkan operasi militer skala besar yang menargetkan kelompok ISIS di wilayah pedesaan Suriah, dilansir pada 12 Januari 2026.
Serangan udara ini merupakan respons langsung atas insiden berdarah di Palmyra pada akhir 2025 yang menewaskan personel militer dan sipil AS.
Operasi yang diberi nama “Hawkeye Strike” ini menandai peningkatan ketegangan di wilayah yang masih menjadi basis persembunyian militan.
Meskipun Washington meyakini pelaku penembakan adalah anggota ISIS, pihak berwenang Suriah memberikan keterangan yang berbeda.
Versi domestik menyebutkan bahwa pelaku adalah mantan personel keamanan lokal yang telah terpapar paham ekstremis.











