Sementara itu, pihak NATO mengeklaim telah meningkatkan keamanan di Mediterania, meski fokus utama Trump tetap pada rute perdagangan energi yang krusial tersebut.
Kekacauan semakin dalam dengan klaim provokatif Trump bahwa kepemimpinan Iran saat ini telah “habis.” Ia mengaku tidak tahu lagi dengan siapa pihak AS harus bernegosiasi karena tokoh-tokoh kunci dianggap telah tewas atau menghilang akibat serangan beruntun.
Fokus utama saat ini tertuju pada nasib Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, yang statusnya belum bisa dipastikan apakah masih hidup atau tidak.
Di sisi lain, serangan balasan Iran mulai menyasar negara-negara tetangga hingga jarak 1.000 mil, termasuk serangan drone yang membakar kawasan industri minyak di Fujairah, UEA, serta interupsi rudal oleh Qatar.[dit]











