FAKTANASIONAL.NET – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada Selasa, 17 Maret 2026. Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan ketidaksenangannya terhadap sikap Inggris di bawah Keir Starmer.
Trump merasa sekutu-sekutunya tidak memberikan dukungan maksimal, terutama setelah Israel melancarkan serangan udara skala besar ke Teheran, Shiraz, dan Tabriz. Konflik ini tidak hanya memicu adu kekuatan militer, tetapi juga keretakan diplomatik di tubuh NATO.
Kekecewaan Trump berakar pada penolakan Starmer untuk terlibat dalam “perang yang lebih luas” melawan Iran.
Trump menegaskan bahwa keamanan rute minyak di Selat Hormuz adalah tanggung jawab bersama. Ia bahkan memperingatkan bahwa masa depan NATO terancam jika negara anggota enggan membantu.
Namun, sikap tegas datang dari Kanselir Jerman Friedrich Merz yang menyatakan bahwa konflik ini bukan urusan NATO.











