“Hari ini saya melihat proses pembangunan 103 unit huntap. Target untuk 70 KK di bulan Mei sudah jadi 100 persen dan bisa segera ditempati. Saat ini, 33 unit rumah berikutnya juga sudah mulai dibangun sebagai kelanjutan tahap kedua,” jelas Suharyanto di sela-sela pengecekan lokasi.
Penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH)
Selama proses konstruksi berlangsung, BNPB memastikan kesejahteraan warga tetap terjaga melalui penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH).
Saat ini, masih terdapat 40 KK yang bertahan di Hunian Sementara (Huntara), sementara sisanya menumpang di rumah kerabat atau menyewa secara mandiri.
Pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp600.000 per bulan untuk setiap kepala keluarga guna meringankan beban biaya sewa atau kebutuhan tinggal sementara.
“Penyaluran DTH sudah memasuki tahap kedua yang mencakup bulan April, Mei, dan Juni. Kita harapkan pada bulan Juni mendatang seluruh warga sudah bisa pindah ke hunian tetap ini, sehingga pemberian DTH tidak perlu diperpanjang lagi,” tambah Suharyanto.
Sinergi Pemulihan Pascabencana
Proyek relokasi di Desa Dolok Nauli ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta. Lokasi Huntap telah dipastikan berada di zona aman dari potensi banjir maupun tanah longsor.
Dengan rampungnya proyek ini, diharapkan masyarakat terdampak dapat segera memulai kehidupan baru di hunian yang lebih layak dan aman pada pertengahan tahun 2026.











