-
Ditjen Bina Marga (Rp 42,05 triliun): Difokuskan pada preservasi jalan, pembangunan jalan dan jembatan baru, interkoneksi jalan tol, serta penanganan jaringan jalan daerah.
-
Ditjen Sumber Daya Air (Rp 29 triliun): Dialokasikan untuk pengerjaan bendungan, jaringan irigasi, infrastruktur pengendalian banjir, penyediaan air baku, serta stimulus program P3-TGAI.
-
Ditjen Prasarana Strategis (Rp 23,84 triliun): Diarahkan untuk pembangunan fisik sekolah rakyat, program revitalisasi madrasah, dan fasilitas publik strategis lainnya.
-
Ditjen Cipta Karya (Rp 10,16 triliun): Digunakan guna mendanai penataan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pengolahan limbah domestik, manajemen persampahan, hingga pembangunan gedung pemerintahan.
“Sasarannya tetap sama, yaitu air, irigasi, konektivitas, sanitasi, dan prasarana publik yang langsung memberikan dampak bagi masyarakat,” kata Dody.
Penyelamatan Anggaran Infrastruktur Berbasis Masyarakat
Dalam forum rapat kerja tersebut, Menteri PU juga memastikan keberlanjutan alokasi dana program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) sebesar Rp 5,48 triliun untuk tahun ini.
Program padat karya yang menyentuh langsung hajat hidup warga di tingkat desa ini sempat masuk dalam daftar rencana efisiensi fiskal belanja kementerian.
Namun, melalui konsolidasi kebijakan internal, pemerintah memutuskan untuk menggeser objek penyesuaian anggaran ke sektor-sektor penunjang non-infrastruktur sehingga alokasi untuk program IBM dapat diselamatkan seutuhnya.
“Sesuai komitmen kita bersama, kami telah melakukan konsolidasi agar optimalisasi penganggaran tersebut tidak dilakukan pada kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat,” pungkas Dody.
Baca Juga: Wamen Ossy Berkomitmen Dukung Keterbukaan Informasi Publik di Kementerian ATR/BPN










